|
80
dalam
menentukan
analisis
data
dan langkah
penelitian
berikutnya
(Riduwan
dan
Kuncoro, 2008, p17). secara umum ada empat jenis skala: yaitu nominal, ordinal,
interval, dan rasio.
Skala
Nominal
adalah
penggunaan
angka
untuk
mengidentifikasikan
objek,
individu,
kejadian atau kelompok. Skala
nominal merupakan skala
yang paling lemah
diantara
keempat
skala
pengkuran.
Analisis
statistik
yang
tepat
adalah non
parametrik.
Misalnya: 1 (pria) 2 (wanita), angka satu mewakili pria dan 2 mewakili wanita
Skala
Ordinal.
Pengukuran
ordinal
memungkinkan
segala
sesuatu
disusun
menurut
peringkatnya masing-masing.
Pada
skala
ini
sudah
dapat
membeda-bedakan
benda
atau
peristiwa
yang
satu dengan
yang lain
yang
diukur
dengan
skala
ordinal
berdasarkan jumlah relatif beberapa
karakteristik tertentu
yang dimiliki oleh masing-
masing
benda
atau
peristiwa.
Analisis
statistik
yang tepat adalah
non
parametrik.
Misalnya:
Ranking
siswa
dikelas
dibuat
dari nilai
tertinggi
sampai
nilai
terendah.
Ranking
pertama
dan
kedua
tidak
memiliki jarak
rentangan
yang
sama
dengan
ranking
kedua
dan
ketiga.
Contoh
lain
skala
ordinal
adalah
nilai
mahasiswa
dalam
bentuk huruf, A, B, C, D dan E.
Skala Interval adalah skala yang
menunjukkan antar satu data dengan data lain dan
memiliki bobot yang sama akan tetapi tidak memiliki nol mutlak. Analisi statistik yang
tepat
adalah
parametrik.
Misalnya:
kalender dimana
jumlah
hari
antara
tanggal
1
sampai tanggal 4 adalah sama dengan jumlah hari antara tanggal 21 sampai tanggal
24 yaitu memiliki jarak 4 angka
Skala
Rasio
adalah
skala
pengukuran
yang
mempunyai
nilai
nol
mutlak
dan
mempunyai
jarak
yang sama.
Analisis
statistik
yang
tepat adalah
parametrik.
Misalnya: nilai ujian dimana angka 0 (nol) artinya bernilai kosong, atau nol mutlak.
|