|
85
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut
(sugiyono, 2004, p73).
Kriteria pemilihan sampel yang baik harus memenuhi dua kriteria. Pertama akurasi, dan
presisi (Indriantoro dan Supomo, p118).
a. Kriteria
akurasi.
Sampel
yang
akurat
adalah
sejauh
mana
statistik
sampel
dapat
mengestimasi (menduga) parameter populasi dengan tepat. Akurasi berkaitan
dengan
tingkat
keyakinan
(confidence
level),
semakin
akurat
suatu
sampel
akan
semakin
tinggi
tingkat
keyakinan
bahwa
statistik sampel
mengestimasi
parameter
populasinya dengan tepat (Indriantoro dan Supomo, 2002, p118).
b.
Kriteria
presisi. Sampel yang presisi adalah sejauh mana
hasil penelitian berdasarkan
sampel dapat merefleksikan realita populasi yang diteliti. Presisi menunjukkan tingkat
ketepatan
hasil
penelitian
berdasarkan
sampel menggambarkan
karakteristik
populasinya. Presisi
umumnya
dinyatakan
dengan interval
keyakinan
(©onfidence
interval) dari
sampel
yang
dipilih.
Misalnya,
manajer
pemasaran
berdasarkan
pengamatan
terhadap
sampel
penelitian mengestimasi
bahwa
volume
penjualan
produk perusahaan pada
bulan
mei
berkisar antara 60 sampai dengan 70
unit. Jika
realisasi penjualan adalah 65 unit, maka estimasi
tersebut lebih presisi
dibandingkan
estimasi
antara
50
unit
sampai
dengan
70
unit
(Indriantoro
dan
Supomo, 2002,
p118).
2.1.7.13
Teknik Pengambilan sampel
Ada beberapa alternative
pemilihan sampel. Secara umum
teknik
pengambilan sampel
dibagi dua, yaitu probabilitas dan non probabilitas.
|