Home Start Back Next End
  
89
dan
hemat
(Kuncoro,
2003,
p119)
dan
biasanya
tidak
dapat
diandalkan
(Cooper
dan
Emory,
1996,
p245)
karena seringkali menghasilkan output penelitian dengan
tingkat obyektivitas rendah. Sampel
kemudahan ini paling sesuai digunakan
untuk
penelitian eksploratif (Kuncoro, 2003, p119) yang bertujuan uanutk mendapatkan
gambaran awal dari permasalahan yang diteliti.
b.
Purposive
sampling. Merupakan
teknik
penentuan
sampel
dengan
pertimbangan
tertentu 
(Sugiyono, 
2004, 
78). 
Sangat 
cocok 
untuk 
studi 
kualitatif 
atau
eksploratif
(Cooper
dan Emory,
1996,
p245;
Sugiyono,
2004,
p78).
Purposive
sampel dibagi menjadi
dua, yaitu judgement
sampling dan
quota sampling (Cooper
dan Emory, 1996, p245; Cooper dan Schindler, 2001, p192).
Judgement
sampling.
Merupakan
teknik
penelitian
dimana
peneliti
memilih
sampel 
berdasarkan 
penilaian 
terhadap 
beberapa 
karakteristik 
anggota
sampel
yang disesuaikan dengan
maksud
peneliti (Kuncoro,
2003,
p119).
Misalnya
dalam
studi tentang
masalah-masalah
tenaga
kerja,
peneliti
hanya
ingin
mewawancarai orang-orang yang mengalami diskriminasi ditempat
kerja
(Cooper dan Emory, 1996, p245).
Quota sampling.
Merupakan
teknik
untuk
menentukan
sampel
dari
populasi
yang
mempunyai
ciri-ciri
tertentu sampai
jumlah
(kuota)
yang
diingikan
(Sugiyono,
2004,
p77).
Metode
ini digunakan
untuk
memastikan
bahwa
berbagai
subgroup
dalam
populasi telah
terwakili
dengan
berbagai
karakteristik sampel (Kuncoro, 2003, p120).
c.
Sampling
jenuh.  Merupakan  teknik 
penentuan  sampel  bila  semua  anggota
populasi  digunakan  sebagai  sampel  (Sugiyono,  2004,  p78).
Hal  ini  sering
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter