|
88
ekonomi
yang
tidak
bisa
diperoleh
peneliti
jika menggunakan
sampel
acak
sederhana, dan
tidak tersedianya
kerangka
sampel
untuk elemen
teretntu
(Kuncoro,
2003,
p116).
Ditambah
dengan sumber
data
yang
luas,
misalnya
penduduk
dari
suatu
Negara,
propinsi,
atau
kabupaten (Sugiyono,
2004,
p76).
Untuk
menentukan
penduduk
mana
yang akan
dijadikan
sumber
data,
maka
pengambilan sampelnya berdasarkan daerah populasi yang diitetapkan (Sugiyono,
2004,
p76).
Teknik
pengambilannya
melalui
dua
tahap,
yaitu
tahap
pertama
manantukan sampel daerah, dan tahap berikutnya menentukan orang-orang
(responden) yang ada pada daerah itu (Sugiyono, 2004, p76).
e.
Multitahap.
Merupakan
prosedur pengambilan sampel yang
melibatkan
penggunaan kombinasi
teknik
sampel probabilitas
(Kuncoro,
2003,
p118)
yang
telah
ditentukan
sebelumnya
berdasarkan
informasi yang
diperoleh
(Copper
dan
Emory, 1996, p243; Copper dan Schindler, 2001, p189).
2. Sampel
non
probabilitas. Merupakan
teknik
pengambilan
sampel
yang
tidak memberi
peluang/kesempatan
yang
sama
bagi
setiap
elemen
atau
anggota
populasi
untuk
dipilih
menjadi
sampel
(Sugiyono,
2004,
p77) atau
dipilih
secara
arbiter
oleh
peneliti
(Kuncoro,
2003,
p119),
dengan
keyakinan
si peneliti
bahwa
sampel
tersebut
telah
merepresentasikan populasi
yang ditentukan (Cooper dan Schindler, 2001, p189),
yang
disebabkan
elemen
populasi
tidak diketahui
(Cooper dan
Emory, 1996,
p243).
Ada
4
teknik
dalam
pengambilan
sampel
non
probabilitas, yaitu
sampel
kemudahan
(convenien©e),
purposive sampling, jenuh, dan snowball.
a.
Sampel
kemudahan
(©onvenience).
Merupakan
prosedur
untuk
mendapatkan
unit
sampel menurut
keinginan peneliti.
Pada umumnya,
peneliti menggunakan metode
ini
untuk
daftar
pertanyaan
dalam
jumlah
yang
besar
dan
lengkap
secara
cepat
|