|
18
multi-layered (berbagai lapisan)
dan bisa melibatkan hubungan
perusahaan dengan orang-
orang
dan
lingkungan
di
masyarakat
di
mana ia
beroperasi,
dan
orang-orang
untuk
yang
ekspor.
Prince of
Wales
International
Business forum (Ardana,
2008,
pp34-35;
Hilman,
2008,
p18;
Untung, 2008, p11; Wibisono, 2007, p125) mengemukakan lima pilar aktivitas
Corporate Social
Responsibility untuk mengukur konsep Corporate Social
Responsibility,
yaitu:
1.
Building Human
Capital. Secara
internal,
perusahaan
dituntut
untuk
meningkatkan
kemampuan sumber daya manusia
yang andal. Secara eksternal perusahaan juga
dituntut
melakukan
pemberdayaan terhadap
masyarakat.
Kedua hal
tersebut biasanya
dilakukan melalui progam community development.
2. Strengthening Economies.
Perusahaan dituntut untuk
tidak memperkaya diri-sendiri
sementara
komunitas
di lingkungannya
miskin,
perusahaan harus
memberdayakan
ekonomi sekitar.
3. Assessing Social
Chesion. Perusahaan
dituntut
untuk
menjaga
keharmonisan
dengan
masyarakat sekitarnya agar tidak menimbulkan konflik.
4.
Encouraging Good
Governance.
Dalam
menjalankan
bisnisnya,
perusahaan
harus
menjalankan tata kelola bisnis dengan baik.
5. Protecting The Environment Perusahaan berupaya keras menjaga kelestarian lingkungan.
Kotler
dan
Lee
(2005,
pp23-24)
menyebutkan
beberapa
bentuk
program
Corporate
Social Responsibility yang dapat dipilih yang disebut dengan The six social initiative, yaitu :
1. Cause
Promotions.
Dalam
cause
promotions
ini
perusahaan
berusaha
untuk
meningkatkan awareness
dan
consern masyarakat mengenai suatu isu tertentu, dimana
isu
ini
tidak
harus
berhubungan
atau
berkaitan
dengan
lini
bisnis
perusahaan,
dan
|