Home Start Back Next End
  
91
2.1.7.15  Validitas, Realiabilitas, dan Hipotesis
Uji
validitas adalah
suatu
ukuran
yang
menunjukkan
tingkat
kevaliditan
suatu
instrumen
(Simamora,
2004,
pp54-59).
Dengan kata
lain
ia
dapat
mengukur
apa
yang
seharusnya
diukur
(Kuncoro,
2003,
p151),
serta
mengukur
sejauh
mana
perbedaan
yang
didapat
melalui
alat
pengukur
yang
mencerminkan
perbedaan sesungguhnya
diantara
responden
yang
diteliti
(Cooper
dan
Emory,
1996,
p160)
untuk
mendapatkan
data
yang
tepat dari variabel yang diteliti. Dalam menyusun kuesioner, pertanyaan yang diajukan perlu
dipastikan. Untuk menentukannya, sebelumnya sudah harus jelas variabel apa
yang diukur.
Variabel
masih
dapat
dipecah menjadi
subvariabel
atau
indikator.
Apabila
penyusunannya
dilakukan  sesuai  prosedur,  sebenarnya  kuesioner  telah  memenuhi  validitas  logis.  Oleh
karena
itu,
validitas
logis
sangat
dipengaruhi
oleh
kemampuan
peneliti
dalam
memahami
masalah penelitian, mengembangkan variabel penelitian, serta menyusun kuesioner.
Validitas logis
belum memiliki bukti empiris. Sebuah kuesioner disusun secara hati-hati
dan
dapat
dipertimbangkan
valid logis,
ada baiknya
diuji
untuk
mengetahui
validitas
empirisnya. Untuk menguji tingkat validitas empiris instrumen, peneliti
dapat melakukan try
out
dengan  memakai  responden  terbatas  dahulu  (Biasanya  ditetapkan 
30  responden
terlebih
dahulu).
Dari
try
out ini,
ada
dua
macam
validitas
sesuai
dengan
cara
pengujiannnya, yaitu validitas eksternal dan validitas internal.
a) 
Validitas Eksternal
Validitas instrumen dapat dicapai apabila data yang dihasilkan dari instrument tersebut
sesuai
dengan
variabel yang
diteliti. Menurut Umar (2005,
p185)
validitas eksternal
adalah
validitas
yang
diperoleh
dengan cara mengkorelasi
alat
pengukur
baru
dengan
tolak ukur eksternal, yang berupa alat ukur yang sudah valid.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter