Home Start Back Next End
  
92
b) 
Validitas Internal
Menurut
Simamora
(2004,
pp59-60)
validitas internal
dapat
dicapai
apabila
terdapat
kesesuaian
antara
bagian-bagian
kuesioner secara
keseluruhan.
Dengan
kata
lain,
apabila setiap
bagian didalam
kuesioner
mendukung
“misi”
kuesioner secara
keseluruhan, yaitu
mengungkap
variabel
penelitian yang
telah
ditentukan
sebelumnya.
Bagian
kuesioner dapat
berupa butir-butir pertanyaan secara sendiri-sendiri,
dapat pula
berupa
faktor,
yaitu
kumpulan
beberapa
butir
yang
memiliki
keterkaitan.
Sehubungan
ini,
maka
dikenal
adanya
validitas
butir
dan
validitas
faktor.
Dalam
penelitian ini
akan
digunakan
uji validitas
internal
dengan menggunakan
teknik
validitas
butir.
Teknik
ini
dilakukan dengan mengkorelasi skor
butir-butir pertanyaan (sebagai variabel X) dengan
skor total (sebagai variabel Y).
Uji
Reliabilitas
adalah
suatu
angka
indeks
yang
menunjukkan
suatu
konsistensi
suatu
alat
ukur
dalam
mengukur
segala
gejala
yang sama.
Setiap
alat
pengukur seharusnya
memiliki
kemampuan
untuk
memberikan
hasil
pengukuran
yang konsisten
(Umar,
2005,
p194). Menurut Simamora
(2004, pp63-69) reliabilitas
adalah
tingkat kendala kuesioner.
Kuesioner
yang
reliabel
yaitu kuesioner
yang
dicobakan
secara berulang-ulang
kepada
kelompok
yang
sama akan
menghasilkan
data yang
sama.
Asumsinya tidak terdapat
perubahan psikologis pada reponden.
Ada dua jenis reliabilitas yaitu:
a) 
Realiabilitas Eksternal
Secara
garis
besar
reliabilitas
eksternal
adalah
reliabilitas
yang
diperoleh dengan
membandingkan
hasil
dua
kelompok
data. Ada
dua
cara
untuk
menguji
reliabilitas
eksternal, yaitu teknik paralel dan teknik ulang.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter