Home Start Back Next End
  
93
b) 
Reliabilitas Internal
Reliabilitas
Internal
diperoleh
dengan menganalisis
data
yang berasal
dari
satu
kali
pengujian
kuesioner. Adapun
teknik reliabilitas internal
yang digunakan dalam penelitian
ini
adalah teknik alpha. Menurut
Simamora
(2004, pp77-78)
teknik reliabilitas
dengan
menggunakan
teknik
alpha
digunakan
untuk mengukur
reliabilitas
kuesioner
dengan
kategori jawaban 0 dan 1. Misalnya
dari 1 sampai 5, 1 sampai 7, dan seterusnya. Teknik
alpha dilakukan dengan menghitung varians tiap butir
pertanyaan dan
varians total dari
pertanyaan-pertanyaan.
Untuk menguji tingkat realibilitas instrumen secara empiris, peneliti dapat melakukan try
out
dengan responden terbatas dahulu (Biasanya ditetapkan 30 responden terlebih dahulu).
Hipotesis
merupakan
istilah
yang
lazim
digunakan
dalam
prosedur
ilmiah
(Kountur,
2005, 
pp109-111). 
Menurut 
Kountur 
(2005, 
pp111-113) 
hipotesis 
pada 
umumnya
dinyatakan dalam bentuk:
• 
Hipotesis
nol.
Hipotesis
nol
atau
lebih
dikenal
dengan
null hypothesis yang
diberi
symbol H
0
adalah pernyataan hipotesis yang menunjukkan tidak ada perubahan
• 
Hipotesis
Alternatif.
Atau
lebih
dikenal
dengan
alternative hypothesis yang
diberi
symbol
H
A
adalah
pernyataan
hipotesis
yang
menunjukkan
hasil
yang
diharapkan.
Hipotesis
merupakan
jawaban
sementara yang
diharapakan
peneliti
dinyatakan
dalam
bentuk
hipotesis alternative. Itu sebabnya,
hipotesis alternative kadang-
kadang disebut pula sebagai research hypothesis yang diberi symbol H1.
Kegunaan
dari
hipotesis
perlu
dinyatakan dalam
dua
bentuk
sekaligus,
yaitu
dalam
bentuk
hipotesis
nol dan hipotesis alternatif. Yang akan
diuji oleh statistik adalah
hipotesis
nol sedangkan yang diharapkan oleh peneliti adalah hipotesis alternatif.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter