|
99
Menurut
Mueller
(Sugiarto,
2006,
p93),
Path
Analysis (Analisis
Jalur)
dikembangkan
sebagai
metode
untuk
mempelajari
pengaruh
(efek)
secara
langsung
dan
tidak
langsung
dari
variabel bebas
terhadap variabel
tergantung. Analisis ini
merupakan sejumlah variabel
di
dalam
model.
Analisis ini
merupakan
metode
yang
baik
untuk
menerangkan
apabila
terdapat seperangkat data yang besar untuk dianalisis dan mencari hubungan kausal.
Menurut
Sugiarto
(2006, p93),
Analisis
jalur
digunakan
untuk
menelaah
hubungan
antara
model kausal
yang
telah
dirumuskan
peneliti
atas
dasar pertimbangan
teoritis
dan
pengetahuan tertentu.
Hubungan kausal selain didasarkan pada data, juga
didasarkan pada
pengetahuan,
perumusan
hipotesis
dan
analisis
logis,
sehingga
dapat
dikatakan
analisis
jalur
dapat digunakan
untuk
menguji
seperangkat
hipotesis
kausal
serta
menafsirkan
hubungan tersebut.
Sedangkan
Paul
Webley
dan
David
Garson
(Sarwono,
2007,
p1)
memberikan
pendapat
yang
berbeda
mereka
menyatakan bahwa
analisis
jalur
merupakan
model
perluasan
dari regresi berganda,
lebih lanjut Paul Webley (Sarwono, 2007, p1) menyatakan
tujuan analisis jalur adalah untuk mengestimasi tingkat kepentingan (magnitude) dan
signifikansi (significance) dan David Garson (Sarwono, 2007, p1) menyatakan tujuan analisis
jalur untuk menguji keselarasan matriks korelasi dengan dua atau lebih model hubungan
sebab akibatyang dibandingkan oleh peneliti.
Dilihat dari beberapa pendapat
diatas, maka dapat
disimpulkan path analysis adalah
perluasan dari regresi berganda
yang memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh langsung
maupun
pengaruh
tidak langsung
variabel
eksogen
(variabel bebas) terhadap
variabel
endogen (variabel terikat).
Manfaat Path Analysis ada 4 ( Riduwan, kuncoro, 2008, p2) yaitu:
1. Penjelasan terhadap fenomena yang dipelajari atau permasalahan yang diteliti
|