|
100
2.
Prediksi
nilai
variable
terikat
(Y)
berdasarkan
nilai
variable
bebas
(X),
dan
prediksi
dengan path analysis ini bersifat kualitatif
3. Faktor
determinan yaitu penentuan
variable bebas (X) mana
yang berpengarauh
dominan
terhadap
variable
terikat (Y),
juga
dapat
digunakan
untuk
menelusuri
mekanisme (jalur-jalur) pengaruh variabel bebas (X) terhadap variable terikat (Y)
4. Pengujian
model,
model
menggunakan
theory trimming, baik
untuk
uji
realibilitas
(uji
keajegan) konsep yang sudah ada ataupun uji pengembangan konsep baru.
¾
Asumsi-asumsi Analisi Jalur:
Asumsi-asumsi
yang
mendasari
path analysis menurut
Riduwan
dan
Kuncoro
(2008,
p2) adalah sebagai:
1. Pada
model
path analysis, hubungan
antar
variable
adalah
bersifat
linier,
adaptif,
dan
bersifat normal
2. Hanya sistem aliran kausal ke satu arah, artinya tidak ada arah kausal yang berbalik
3. Variable terikat (endogen) minimal dalam skala ukur interval dan rasio
4. Menggunakan probability
sampling
yaitu teknik pengambilan sampel untuk memberikan
peluang yang sama pada setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel
5. Observed va®iables
diukur tanpa kesalahan (instrument pengukuran
valid dan reliable)
artinya variable yang diteliti dapat diobservasi secara langsung
6. Model
yang
dianalisis
dispesifikan (diidentifikasi)
dengan
benar
berdasarkan teori-teori
dan
konsep-konsep yang relevan artinya model teori yang dikaji atau diuji
berdasarkan
kerangka
teoritis
tertentu yang
mampu
menjelaskan
hubungan-hubungan
kausalitas
antar variabel yang diteliti.
Sedangkan
asumsi
lain
tentang
path
dikemukakan
oleh
Sarwono
(2007,
pp2-3)
dimana mencakup:
|