|
107
Sedangkan good
corporate
governance menekankan
pada
tata
kelola
bisnis
yang
baik,
dimana para manajer dan jajaran
direksi secara bersama-sama mengelola suatu bisnis
yang
berhubungan dengan
para stakeholder-nya.
Dan
keduanya
tidak saling
terpisah akan
tetapi
saling beriringan dan saling melengkapi dan
bersama-sama mewujudkan suatu entitas bisnis
yang sehat.
Freeman et.al (2010,
p197) mengemukakan
bahwa
corporate social
responsibility dan
good
corporate
governance berasal
dari
filosofi
moral,
dimana
mengajarkan
untuk
mengabdikan diri pada isu-isu etis dalam konteks bisnis. Sebagai bagian dari etika,
corporate
social
responsibility dan
good
corporate
governance
bertumpu
pada
kebijaksanaan untuk hidup lebih baik bersama dalam suatu entitas sosial.
Menurut
Waryanto
(2010)
sebelum
perusahaan
mempraktikan
corporate social
responsibility,
para
manajemen
internal terlebih
dahulu
harus
dikelola
dengan
baik
melalui
prinsip
good corporate governance. Lebih
lanjut
menurutnya
dengan
terwujudnya
prinsip
good corporate
governance, diharapkan akan membawa pengembangan perusahaan
kearah
yang
berkesinambungan
sehingga
akan
mempermudah
penerapan
corporate social
reponsibility.
2.1.13.2 Hubungan Co®porate
Social Responsibility
Dan Corporate Value
Jensen
(2001)
Mengatakan
Kemakmuran
sosial
(social
welfare)
merupakan
prinsip
dasar
bagi
pencerahan
(enlightenment)
nilai
bagi
perusahaan.
lebih
lanjut
lagi
Jensen
menjelaskan
tanpa
adanya
relasi
yang
baik
antara
perusahaan
dengan
para stakeholder
perusahaan tidak dapat menciptakan nilai, ibarat
bermain sepak bola
kesuksesan suatu tim,
bukanlah
kesuksesan
para
pemainnya
saja, tetapi
pihak-pihak
lain
yang
tidak
secara
langsung
terlibat,
seperti manajer,
pelatih,
tim
official,
dan
para
supporter.
Demikian
juga
kesuksesan perusahaan bukanlah kesuksesan para manajernya saja, akan tetapi peran serta
|