|
31
Lima kekuatan persaingan tersebut secara bersama-sama menentukan intensitas
persaingan dan kemampuan dalam industry, dan kekuatan yang paling besar akan sangat
menentukan serta menjadi sesuatu yang sangat penting dari sudut pandang perumusan
strategi.
a.
Persaingan antar perusahaan sejenis (the jockeying among currently rivalry)
Menurut David (2009, p148) strategi yang dijalankan oleh sebuah perusahaan dapat
berhasil hanya sejauh ia menghasilkan keunggulan kompetitif atas strategi yang dijalankan
perusahaan pesaing. Intensitas persaingan antar perusahaan saingan cenderung meningkat
ketika jumlah pesaing bertambah, ketika pesaing lebih setara dalam hal ukuran dan
kapabilitas, dan ketika permintaan akan produk industry itu menurun. Persaingan juga
meningkat manakala konsumen dapat beralih merek dengan mudah, ketika hambatan untuk
meninggalkan pasar tinggi, dimana biaya tetap tinggi, serta ketika perusahaan pesaing
beragam dalam hal strategi, asal-usul, dan budaya.
b.
Ancaman pendatang baru (threat entry of new comers)
Menurut Pearce dan Robinson (2008, p125) pendatang baru akan membawa
kapasitas baru, keinginan untuk merebut pangsa pasar, dan sering kali sumber daya yang
substansial. Jika hambatan terhadap masuknya pendatang baru cukup tinggi dan pendatang
baru mengharapkan adanya tindakan balasan yang tajam dari pesain yang ada, maka
pendatang baru tersebut mungkin tidak akan membawa ancaman serius ketika masuk.
Terdapat enam sumber utama terhadap masuknya pendatang baru:
|