|
33
ini. Sehingga untuk mengatasinya, seorang pendatang baru harus menciptakan saluran
distribusinya sendiri.
f)
Kebijakan pemerintah
Pemerintah dapat membatasi atau bahkan menutup masuknya pendatang baru ke industry,
dengan pengendalian-pengendalian seperti persyaratan lisensi, pembatasan akses ke bahan
baku, dan insentif serta peraturan-peraturan lainnya.
c.
Ancaman produk substitusi (threat of substitution product)
Menurut Pearce dan Orbinson (2008, p132) produk-produk substitusi yang perlu
diperhatikan secara strategis adalah produk-produk substitusi yang memiliki tren
membaiknya kinerja harga dibandingkan dengan produk industry tersebut, diproduksi oleh
industru yang memperoleh laba tinggi. Jika industry tidak dapat meningkatkan kualitas
produk atau melakukan diferensiasi, maka industru itu akan mengalami kemunduran dalam
laba dan mungkin juga dalam pertumbuhannya.
d.
Kekuatan tawar-menawar pembeli (bargaining power of customers)
Menurut David (2009, p151) ketika pembeli berkonsentasi atau berbelanja, daya
tawar mereka dapat merepresentasikan kekuatan besar yang mempengaruhi intensitas
persaingan di suatu industri. Daya tawar pembeli lebih tinggi ketika produk yang dibeli
adalah standar atau tidak terdifferensiasi.
Pembeli memiliki daya tawar yang semakin besar dalam kondisi berikut:
a.
Jika mereka dapat dengan mudah dan murah beralih ke merek atau pengganti pesaing
b.
Jika mereka menduduki tempat yang sangat penting bagi penjual
c.
Jika penjual menghadapi masalah menurunnya permintaan konsumen
d.
Jika mereka memegang indormasi tentang produk, harga, dan biaya penjual
|