|
26
Keterangan :
Dalam model di atas, resiko yang diterima oleh penerima word of mouth
(recievers percieved risk), keahlian penerima word of mouth (recievers expertise) dan
keahlian pengirim word of mouth
(senders expertise)
dikategorikan dalam kekuatan
non-interpersonal, sedangkan kekuatan ikatan (tie strength)
dan
keaktifan penerima
dalam mencari word of mouth
(WOM actively sought by receiver)
dikategorikan ke
dalam kekuatan interpersonal. Berdasarkan skema tersebut, terdapat tiga hubungan yaitu
pengaruh dari kekuatan interpersonal terhadap keputusan pembelian jasa, pengaruh
kekuatan non-interpersonal terhadap keputusan pembelian jasa, dan pengaruh dari
kekuatan non-interpersonal terhadap kekuatan interpersonal.
Model word of mouth
selanjutnya dikemukakan oleh word of mouth oleh Jang
Dong Suk (2007) dalam jurnal Effect of Word of Mouth Communication on Purchasing
Decision in Restaurant : A Path Analytic Study
dengan mengembangkan model
penelitian Bansal dan Voyer pada tahun 2000. Penelitian yang dilakukan oleh Jang Dong
Suk membahas tentang word of mouth
yang diaplikasikan dalam restoran, dan
dikarenakan model Bansal dan Voyer berada dalam konteks jasa, maka model ini dapat
diaplikasikan dalam penelitian Jang Dong Suk.
Kemudian setelah dilakukan studi kepustakaan dalam model penelitian ini
ditambahkan faktor-faktor lain seperti kecocokan penerima word of mouth terhadap citra
restoran (word of mouth receivers
self image congruity to the restaurant image) dan
pengaruh dari kelompok referensi (the influence of reference group) yang kemudian
akan diintegrasikan ke dalam model dasar. Dalam model word of mouth Jang Dong Suk
(2007, p. 45), faktor-faktor seperti keahlian pengirim word of mouth
(word of mouth
|