|
27
senders expertise), kekuatan ikatan antara pengirim word of mouth
dengan penerima
word of mouth
(tie strength between word of mouth sender and the receiver), dan
pengaruh kelompok referensi (the influence of reference group) dikategorikan ke dalam
faktor-faktor sosial. Sedangkan, kecocokan penerima word of mouth
terhadap citra
restoran (recievers self congruity to restaurant image), keahlian penerima word of
mouth
(recievers expertise),
resiko yang diterima penerima word of mouth
(recievers
perceived risk), dan keaktifan penerima dalam mencari word of mouth (WOM actively
sought by receiver) dikategorikan ke dalam faktor-faktor pribadi dalam penelitian ini.
2.2.2
Keputusan Pembelian
2.2.2.1 Pengertian Keputusan Pembelian Konsumen
Semakin majunya perekonomian dan teknologi, berkembang pula strategi yang
harus dijalankan perusahaan, khususnya di bidang pemasaran. Untuk itu perusahaan
perlu memahami atau mempelajari perilaku konsumen dalam hubungannya dengan
keputusan pembelian yang dilakukan oleh konsumen.
Menurut Setiadi (2003, p. 16), Pengambilan keputusan konsumen (consumer
decision making) adalah proses pengintegrasian yang mengkombinasikan pengetahuan
untuk mengevaluasi dua atau lebih perilaku alternatif dan memilih salah satu
diantaranya.
Menurut Kotler dan Armstrong (2008, p. 158), Perilaku membeli konsumen
(consumer buyer behavior) mengacu pada perilaku membeli dari konsumen akhir,
perorangan dan rumah tangga yang membeli barang dan jasa untuk konsumsi pribadi.
|