Home Start Back Next End
  
12
     Berdasarkan pernyataan diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam kalimat perintah,
diperlukan beberapa syarat agar perintah tersebut dilaksanakan oleh lawan bicara. Kemudian
berikut penjelasan dari Masuoka (1993, hal. 118) mengenai pembentukan kalimat perintah :
   ????????????????????????????
   ?????????????????????????????
(?????+?????)????????????????
   ????????(???+?????)?????????
   ????????????????????????????
   ?????????????????????
   ? : 1.???????????
    2.???????????????
    3.???????????
Terjemahan :
   Bentuk ungkapan perintah ada yang menunjukan secara jelas, ada juga yang tidak.
   bentuk tindak perintah secara jelas menggunakan bentuk perintah yaitu kata kerja
   bentuk perintah, bentuk kata kerja + [-nasai] dan kata kerja bentuk [-te].
   Bentuk perintah adalah yang paling kuat unsur “perintahnya” , kemudian [bentuk
   kata kerja + [-nasai] dan bentuk kata kerja [-te]  kekuatan “perintahnya” kurang.
   bentuk “te” berdasarkan intonasinya, mendekati bentuk “permohonan”. Banyak
   juga yang menggunakan akhiran “yo”.
Contoh :
1.Hayaku koi. Hayaku koi yo.
2.Hayaku kinasai. Hayaku kinasai yo.
3.Hayaku kite. Hayaku kite yo.
2.4. Konsep Pemikiran Jepang yang Berhubungan dengan Perintah
     Orang Jepang adalah orang-orang yang sangat sopan dan menghargai lawan bicara nya,
walaupun jabatan atau kedudukan berbeda satu sama yang lain. Hal ini didukung dengan
pernyataan Martin dalam Wardhaugh (2002, hal. 279). Martin juga menjelaskan bahwa ada 4
faktor-faktor dasar yang mempengaruhi seseorang menggunakan bahasa sopan
dalam
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter