|
19
watak dan tingkah laku yang bermacam-macam, bahkan mungkin bertentangan
dan sulit diduga. Abrams dalam Nurgiyantoro (2010, hal.183) juga menyatakan
bahwa dibandingkan dengan tokoh sederhana, tokoh bulat lebih menyerupai
kehidupan manusia yang sesungguhnya, karena memiliki berbagai kemungkinan
sikap dan tindakan, ia juga sering memberikan kejutan.
d.
Tokoh Statis dan Tokoh Berkembang
Altenbernd & Lewis dalam Nurgiyantoro (2010, hal.188) menjelaskan bahwa
tokoh statis adalah tokoh cerita yang secara esensial tidak mengalami perubahan
atau perkembangan perwatakan. Tokoh statis
memiliki sikap dan watak yang
relatif tetap, tidak berkembang, sejak awal sampai akhir cerita.
Sebaliknya, tokoh berkembang adalah tokoh cerita yang mengalami
perubahan dan perkembangan perwatakan sejalan dengan perkembangan
(perubahan) peristiwa dan
plot yang dikisahkan. Ia secara aktif berinteraksi
dengan lingkungannya, baik lingkungan sosial, alam, maupun yang lain, yang
kesemuanya itu akan memperngaruhi sikap, watak, dan tingkah lakunya. Tokoh
berkembang cenderung menjadi tokoh kompleks, hal ini dikarenakan adanya
berbagai perubahan dan perkembangan sikap, watak, dan tingkah lakunya, yang
mungkin mengungkapkan berbagai sisi kejiwaan / psikologis nya.
e.
Tokoh Tipikal dan Netral
Alterbernd & Lewis dalam Nurgiantoro (2010, hal 190) Tokoh tipikal adalah
tokoh yang hanya sedikit ditampilkan keadaan individualitasnya, dan lebih
banyak ditonjolkan kualitas pekerjaan atau kebangsaannya, atau sesuatu yang
|