Home Start Back Next End
  
49
c.
Suatu keadaan motivasi atau set motivasi yang menuntut tingkah laku menuju
satu arah tertentu.
2.7.2 Faktor Timbulnya Minat
     Berdasarkan teori “Acceptance Rejection” yang dikemukakan Fryer, bahwa
keberadaan minat itu berdasarkan pada orientasi suka dan tidak sukanya individu
terhadap objek, subjek, atau aktifitas. Orientasi ini pada gilirannya akan mempengaruhi
penerimaan individu. Jika individu suka terhadap objek, subjek atau aktifitas tersebut,
maka individu akan menerimanya. Jika individu tidak suka kepada objek, subjek atau
aktifitas tersebut, maka ia akan menolaknya. Penentuan minat ini didasarkan pada reaksi
individu (menolok menerima). Jika ia menerima berarti ia berminat, dan jika menolak
berarti ia tidak berminat (Sarwono, 2003:71).
     Faktor timbulnya minat, menurut Crow
and Crow (1982), terdiri dari tiga faktor
(Sarwono, 2003:76):
a.
Faktor dorongan dari dalam, yaitu rasa ingin tahu atau dorongan untuk
menghasilkan sesuatu yang baru dan berbeda. Dorongan ini dapat membuat
seseorang berminat untuk mempelajari ilmu mekanik, melakukan penelitian
ilmiah, atau aktifitas lain yang menantang.
b.
Faktor motif sosial, yakni minat dalam upaya mengembangkan diri dari dan
dalam ilmu pengetahuan, yang mungkin diilhami oleh hasrat untuk mendapatkan
kemampuan dalam bekerja, atau adanya hasrat
untuk memperoleh penghargaan
dari keluarga atau teman.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter