|
48
2.7 Minat
2.7.1 Pengertian Minat
Hakikat minat adalah sangat bersifat pribadi dan oleh karenanya minat sangat
berbeda dari waktu ke waktu, tetapi beberapa upaya telah dikembangkan untuk
mengkategorisasikan minat yang akan bermanfaat untuk tentutan dalam menemukan
minat khusus seseorang. (Sarwono, 2006:58)
Minat adalah kelanjutan dari perhatian yang merupakan derajat yang lebih tinggi dari
perhatian. Minat adalah kelanjutan dari perhatian yang merupakan titik tolak bagi
timbulnya hasrat (desire) untuk melakukan suatu kegiatan yang diharapkan
komunikator. Hanya ada hasrat saja pada diri komunikan, bagi komunikator belum
berarti apa-apa, sebab harus dilanjutkan dengan datangnya keputusan (decission), yaknni
keputusan untuk melakukan kegiatan (action) sebagaimana diharapkan komunikator
(Sarwono, 2006:66).
Sarwono menyebutkan bahwa interest atau minat diartikan sebagai berikut:
(Sarwono, 2006:70).
a.
Suatu sikap yang berlangsung terus menerus yang memberi pola pada perhatian
seseorang sehingga membuat dirinya selektif terhadap objek minatnya.
b.
Perasaan yang menyatakan bahwa satu aktivitas pekerjaan atau objek itu
berharga atau berarti bagi indivdu.
|