![]() 5
Gambar 2.2.1 : film Nanook of the North
Tonggak awal munculnya film dokumenter secara resmi yang banyak diakui oleh sejarawan
adalah film Nanook of the North
(1922) karya Robert Flaherty
(seperti pada gambar).
Filmnya menggambarkan kehidupan seorang Eskimo bernama Nanook di wilayah Kutub
Utara. Flaherty menghabiskan waktu hingga enam belas bulan lamanya untuk merekam
aktifitas keseharian Nanook beserta istri dan putranya, seperti berburu, makan, tidur, dan
sebagainya. Oleh karena peran pentingnya bagi awal perkembangan film dokumenter, para
sejarawan sering kali menobatkan Flaherty sebagai Bapak Film Dokumenter.
b. Era Menjelang dan Masa Perang Dunia
Gambar 2.2.2 : film olympia (1936)
Film dokumenter berkembang semakin kompleks di era 30-an. Munculnya teknologi suara
juga semakin memantapkan bentuk film dokumenter dengan teknik narasi dan iringan
ilustrasi musik. Pemerintah, institusi, serta perusahaan besar mulai mendukung produksi
film-film dokumenter untuk kepentingan yang beragam. Salah satu film yang paling
berpengaruh adalah Triump of the Will
(1934) karya
wanita Leni Riefenstahl,
yang
digunakan sebagai alat propaganda Nazi. Untuk kepentingan yang sama, Riefenstahl juga
memproduksi film dokumenter penting lainnya, yakni Olympia (1936) yang berisi
dokumentasi even Olimpiade di Berlin. Melalui teknik editing dan kamera yang tepat, atlit-
atlit Jerman sebagai simbol bangsa Aria diperlihatkan lebih superior daripada
atlit-atlit
negara lain.
|