![]() 6
Gambar 2.2.3 : film Why We Fight (1942-1945)
Perang Dunia Kedua mengubah status film dokumenter ke tingkat yang lebih tinggi.
Pemerintah Amerika bahkan meminta bantuan industri film Hollywood untuk memproduksi
film-film (propaganda) yang mendukung perang. Film-film dokumenter menjadi semakin
populer di masyarakat. Sebelum televisi muncul, publik dapat menyaksikan kejadian dan
peristiwa di medan perang melalui film dokumenter serta cuplikan berita pendek yang
diputar secara reguler di teater-teater. Beberapa sineas papan atas Hollywood, seperti Frank
Capra, John Ford, William Wyler, dan John Huston diminta oleh pihak militer untuk
memproduksi film-film dokumenter Perang. Capra misalnya, memproduksi tujuh seri film
dokumenter panjang bertajuk, Why We Fight (1942-1945) yang dianggap sebagai seri film
dokumenter propaganda terbaik yang pernah ada. Capra bahkan bekerja sama dengan studio
Disney untuk membuat beberapa sekuen animasinya. Sementara John Ford melalui The
Battle of Midway (1942) dan William Wyler melalui Memphis Belle (1944) keduanya
juga
sukses meraih piala Oscar untuk film dokumenter terbaik.
c.
Era Pasca Perang Dunia
Pada era setelah pasca Perang Dunia Kedua, perkembangan film dokumenter
mengalami perubahan yang cukup signifikan. Film dokumenter makin jarang diputar di
teater-teater dan pihak studio pun mulai menghentikan produksinya. Semakin populernya
televisi menjadikan pasar baru bagi film dokumenter. Para dokumenter senior, seperti
Flaherty, Vertov, serta Grierson sudah tidak lagi produktif seperti pada masanya dulu. Film-
film baru mulai bermunculan dan didukung oleh kondisi dunia yang kini aman dan damai
makin memudahkan film-film mereka dikenal dunia internasional. Satu tendensi yang
terlihat adalah film-film dokumenter makin personal dan dengan teknologi kamera yang
semakin canggih membantu mereka melakukan berbagai inovasi teknik. Tema dokumenter
|