|
19
mengusulkan agar pemerintah memberi perhatian lebih terhadap kuliner Indonesia.
Namun, selama itu pula, pemerintah seperti menutup telinga terhadap usulannya itu.
Padahal, katanya, jika wisata kuliner dikemas dengan baik, dunia pariwisata di
Indonesia akan berkembang. Itu dibuktikan dengan pertumbuhan usaha kuliner di
Indonesia yang lebih pesat ketimbang usaha waralaba yang lain.
Hampir di setiap kota, ada ratusan penjual makanan yang membuka tempat
usaha setiap bulannya. Apalagi Indonesia itu luas. Banyak kota di Indonesia yang
hanya memiliki sedikit tempat wisata namun memiliki masakan daerah yang beraneka
ragam.
Pak Bondan memberi contoh Kota Semarang. Menurutnya, Semarang
merupakan kota yang hanya memiliki sedikit wisata alam. Namun, kalau ingin
ditunjukkan tempat-tempat kuliner, tiga hari tiga malam, makan sampai kenyang pun
tak akan selesai.
Menurut Pak Bondan, makanan nusantara tetaplah yang terenak. Meski banyak
makanan luar hadir di Indonesia, ia mengatakan, orang Indonesia akan tetap menyukai
makanan nusantara. Biarlah anak-anak suka burger, pizza, anggap lah itu fun food
untuk menguji kecerdasan lidah. Kalau ia sudah pintar, ia akan menyadari bahwa
makanan terlezat adalah makanan kita sendiri, katanya.
Sekali lagi, kuliner itu potensi luar biasa dalam menarik wisatawan dan
memajukan perekonomian. Tinggal bagaimana menggarapnya dan menyajikannya,
ujar Pak Bondan.
2.7.3 Ajari Anak-Anak Cinta Kuliner Nusantara
Aneka kuliner Indonesia tak kalah lezatnya dibandingkan kuliner luar. Agar
lebih dikenal dan menarik, pembuat kuliner harus mengubah kemasan dan tampilan
penyajiannya. Berdasarkan sumber artikel Tempo Interaktif, Bondan Winarno (pakar
kuliner Indonesia) mengatakan bahwa warna, kemasan, penyajian kuliner Indonesia
sering tidak diperhatikan. Yang diperhatikan hanyalah rasa dan aroma saja.
Bondan mengatakan dengan rasa yang lezat
ditunjang penampilan atau
penyajian yang menarik, tentu akan menggugah selera. Jika penyajian tak
mengundang selera, maka orang yang belum mengetahui tak akan ikut tertarik.
Selain bisa menggugah selera, juga menimbulkan rasa ingin tahu yang besar dari
calon penikmatnya. Anak-anak juga akan makin berselera untuk makan sehingga
mereka lebih menyukai dan mengenal makanan Indonesia.
|