Home Start Back Next End
  
17
Menurut Kahn, dkk
(dalam Cooper,2003)
merupakan suatu proses yang
kompleks, bervariasi, dan dinamis dimana stressor, pandangan tentang stres itu sendiri,
respon singkat, dampak kesehatan, dan variabel-variabelnya yang saling berkaitan.
Selya dalam Ashar Sunyoto (2008:372) menyatakan bahwa stres kerja dapat
diartikan sebagai sumber atau stressor kerja yang menyebabkan reaksi individu berupa
reaksi fisiologis, psikologis, dan perilaku.
Veithzal Rivai dan Ella Jauvani (2009:1008) berpendapat bahwa stres kerja
adalah suatu kondisi ketegangan yang menciptakan adanya ketidakseimbangan fisik dan
psikis, yang memengaruhi emosi, proses berpikir, dam kondisi seorang karyawan.
Posner dan Leitnor dalam Arden (2006:10-11), berpendapat ada dua faktor
penting dalam hal apakah stres dialami sebagai tak terkendali atau sebagai dapat
dikuasai. Jika stres anda dapat diramalkan dan dapat dikendalikan, kemungkinannya
adalah anda akan menyesuaikan diri secara menyenangkan terhadap stres. Jika
sebaliknya anda merasa tidak berdaya. Meskipun pekerjaan anda pada hakikatnya penuh
dengan stres, itu tidak perlu membuat anda kewalahan.
Tetapi bila seorang pekerja
kehidupan rasa kendali dan kondisinya menjadi tidak dapat diramalkan.
Stresnya
menjadi terlalu sulit untuk ditanggulangi.
Menurut Cooper dalam Arnold (2005), stress kerja adalah suatu kondisi
ketegangan yang terkait dengan seluruh jenis kegiatan pekerjaan.
Menurut George Halkos, Dimitrios Bousinakis (2010) dalam journal yang
berjudul “The effect of stress and satisfaction on productivity
menunjukkan bahwa
stress dan kepuasan adalah faktor yang mempengaruhi produktivitas seseorang dalam
bekerja.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter