![]() 12
2.
Tidak terencana (dominated by unplanned behavior). Hal ini
tercermin pada kebiasaan impulse buying, yaitu membeli produk
yang kelihatannya menarik (tanpa perencanaan sebelumnya).
3.
Suka berkumpul. Masyarakat Indonesia mempunyai kebiasaan
suka berkumpul (sosialisasi). Salah satu indikator terkini adalah
situs social networking seperti Facebook dan Twitter sangat
diminati dan digunakan secara luas di Indonesia.
4.
Gagap teknologi (not adaptive to high technology). Sebagian
besar konsumen Indonesia tidak begitu menguasai teknologi tinggi.
Hanya sebatas pengguna biasa dan hanya menggunakan fitur yang
umum digunakan kebanyakan pengguna lain.
5.
Berorientasi pada konteks (context, not content oriented).
Konsumen kita cenderung menilai dan memilih sesuatu
dari
tampilan luarnya. Dengan begitu,konteks-konteks yang meliputi
suatu hal justru lebih menarik ketimbang hal itu sendiri.
6.
Suka buatan Luar Negeri (receptive to COO effect). Sebagian
konsumen Indonesia juga lebih menyukai produk luar
negeri
daripada produk dalam negeri, karena biasa dibilang kualitasnya
juga lebih bagus dibanding produk di indonesia.
7.
Beragama(religious). Konsumen Indonesia sangat peduli
terhadap isu agama. Inilah salah satu karakter khas konsumen
Indonesia yang percaya pada ajaran agamanya. Konsumen akan
lebih percaya jika perkataan itu
dikemukakan oleh seorang tokoh
|