Home Start Back Next End
  
13
agama, ulama atau pendeta. Konsumen juga suka dengan produk
yang mengusung simbol-simbol agama.
8.
Gengsi (putting prestige as important motive). Ada tiga budaya
yang menyebabkan
gengsi. Konsumen Indonesia suka
bersosialisasi sehingga mendorong orang untuk pamer. Budaya
feodal yang masih melekat sehingga menciptakan kelas-kelas sosial
dan akhirnya terjadi “pemberontakan” untuk cepat naik kelas. 
Masyarakat kita mengukur kesuksesan dengn materi dan jabatan
sehingga mendorong untuk saling pamer.
9.
Budaya lokal (strong in subculture). Sekalipun konsumen
Indonesia gengsi dan menyukai produk luar negeri, namun 
unsur
fanatisme kedaerahan-nya ternyata cukup tinggi. Ini bukan berarti
bertentangan dengan hukum perilaku yang lain.
10.
Kurang peduli lingkungan (low consciousness towards
environment). Salah satu karakter konsumen Indonesia yang unik
adalah kekurangpedulian mereka terhadap isu lingkungan. Tetapi
jika melihat prospek kedepan kepedulian konsumen terhadap
lingkungan akan semakin meningkat, terutama mereka yang tinggal
di perkotaan begitu pula dengan kalangan menengah atas relatif
lebih mudah paham dengan isu lingkungan. Lagi pula mereka pun
memiliki daya beli terhadap harga premium sehingga akan lebih
mudah memasarkan produk dengan tema ramah lingkungan
terhadap mereka.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter