|
21
Pendekatan ini memandang bahwa kualitas diartikan sebagai
karakteristik atau atribut yang dapat dikuantitaifkan sehingga dapat
diukur. Perbedaan dalam kualitas mencerminkan perbedaan unsur-
unsur atau atribut yang dimiliki oleh suatu produk. Pandangan
ini bersifat sangat objektif, sehingga tidak dapat menjelaskan
perbedaan dalam hal selera, kebutuhan, dan preferensi konsumen.
3.
User-based Approach
Pendekatan ini merupakan pendekatan yang paling tepat
diaplikasikan dalam mendefinisikan kualitas jasa. Pendekatan
ini didasarkan pada pemikiran bahwa kualitas tergantung pada
sudut
pandang seseorang, sehingga produk yang paling
memuaskan seseorang merupakan produk yang berkualitas paling
tinggi. Perspektif yang subjektif dan demand-
oriented ini juga
menyatakan bahwa pelanggan yang berbeda memiliki kebutuhan
dan keinginan yang berbeda pula, sehingga kualitas bagi
seseorang adalah sama dengan kepuasan maksimum yang
dirasakannya.
4.
Manufacturing-based Approach
Pandangan ini bersifat supply-based dan terutama
memperhatikan praktik-praktik perekayasaan dan pemanufakturan,
serta mendefinisikan kualitas sebagai kesesuaian dengan
persyaratan (conformance to requirements). Dalam sektor jasa,
dapat dikatakan bahwa kualitasnya bersifat operations-driven.
Pendekatan ini berfokus pada penyesuaian spesifikasi yang
|