Home Start Back Next End
  
23
sisi lain, bila jasa yang dirasakan lebih rendah dari yang diharapkan, maka 
kualitas  jasa dipersepsikan  buruk.  Persepsi  yang  buruk  akan 
menyebabkan pelanggan tidak berminat lagi pada penyedia jasa. Dengan
demikian baik tidaknya kualitas jasa tergantung pada kemampuan penyedia
jasa dalam memenuhi harapan secara konsisten. Singkat kata, kualitas jasa
adalah seberapa jauh perbedaaan antara harapan dan kenyataan atas layanan 
yang diterima  oleh  konsumen (Parasuraman, et al., 1998).  
Kualitas jasa yang baik terbentuk dari hasil dari usaha yang tepat
dan terencana. Komitmen  manajemen  merupakan  kunci  dasar  yang  paling 
utama  dalam  setiap strategi pelayanan yang berbasiskan pada konsumen.
Sebuah organisasi sebaiknya selalu   memperkenalkan   budaya   pelayanan  
sebagai sebuah peningkatan  yang  berkelanjutan  (continuous  improvement).
Untuk mendukung  ini,  pendekatan  yang sistematis  terhadap  pengukuran 
kualitas  pelayanan  sangat 
dibutuhkan.  Menurut
(Cronin, et al., 1992), 
seorang  manajer  harus  dapat  mengetahui  aspek  apa  dari pelayanan yang
memiliki kualitas paling baik. Untuk selanjutnya, aspek-aspek inilah yang 
akan   menjadi  kekuatan  utama  perusahaan  dalam  bersaing  dengan   para
kompetitor.
Berdasarkan hal ini, jelaslah bahwa peningkatan kualitas yang
jelas, berkesinambungan  dan  berkelanjutan  tidak  mungkin  tercapai  tanpa 
diketahuinya performa kualitas. Untuk mengetahui secara langsung efek yang
dihasilkan dari setiap pelayanan yang diberikan, perlu diadakan pengukuran
dan pembandingan performa kualitas yang dihasilkan (Parasuraman, et al.,
1991) telah melakukan berbagai penelitian terhadap beberapa jenis jasa, dan
berhasil mengidentifikasi lima dimensi karakteristik yang digunakan  oleh 
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter