|
18
Penurunan
kualitas
dan
kuantitas
kerja
atau
olahraga
yang disebabkan
oleh
karena
intensitas
dan
durasi
kerja
atau
olahraga
menyebabkan
gangguan
homeostasis
(Giriwijoyo,
dkk,
2008).
Homeostasis
adalah
salah
satu aspek
penting
bagi
seseorang
untuk
tetap
mampu
melakukan
aktivitas
fisik
dengan
baik.
Jika
terjadi
gangguan
homeostasis,
maka
kemampuan
seseorang
untuk
melakukan
aktivitas
fisik
pun menjadi
terganggu.
Dinangsit
(2009),
menjelaskan
gangguan
homeostasis
dapat
disebabkan
oleh
beberapa
hal
berikut :
1.
Sumber energi tidak diperoleh.
2.
Terganggunya keseimbangan air
dan
elektrolit
dalam
tubuh
yang
disebabkan terjadinya dehidrasi.
3.
Timbunan sampah
metabolisme akibat
dari
melakukan aktivitas
fisik
yang berat.
Timbunan
sampah
metabolisme
yang berupa asam laktat ini dapat
terjadi karena jumlah oksigen yang masuk melalui pernafasan lebih
kecil dari
tingkat
kebutuhan,
sehingga
reaksi
oksidasi
dalam
tubuh
menjadi tidak seimbang. (Eraliesa, 2009)
Gangguan
homeostasis
pada
ketiga
keadaan
tersebut
di atas
secara
subjektif
akan
terasa
sebagai
kelelahan
yang
bersifat
akut
sampai
pada
yang
bersifat
kronis.
Kelelahan
yang
bersifat
kronik
terjadi
oleh karena
tidak
sempurnanya
pemulihan
dari kelelahan
sebelumnya
yang
menyebabkan
terjadinya
akumulasi
kelelahan.
Akumulasi
kelelahan
terjadi akibat
gangguan homeostasis berkepanjangan yang
menyebabkan menurunnya
kinerja
sel.
Kelelahan
kronis
berdampak
buruk
bagi
penampilan
atlet
pada
hari-hari
berikutnya
oleh karena
atlet harus
bertanding
dalam
kondisi
homeostasis
yang tidak
normal,
yang akan
menjadi
semakin
tidak normal
dengan
tidak sempurnanya
pemulihan
setiap
setelah
pelatihan,
dan
khususnya setelah pertandingan
(Giriwijoyo,dkk,
2008).
Selain beberapa
faktor di atas, kesesakan
juga mempengaruhi
kelelahan
pada individu.
Gifford
(1987), menyatakan
bahwa kesesakan adalah
perasaan subjektif akan terlalu banyaknya orang di sekitar
individu.
Sedangkan Altman (1975), mendefinisikan kesesakan sebagai persepsi
|