|
19
subjektif
individuakan
keterbatasan
ruang dikarenakan
stimulus
spasial
dan
sosial yang berlebih dan mekanisme regulasi-privasi tidak bekerja secara
efektif sehingga privasi yang didapat kurang dari yang diinginkan.
Reaksi
individu
terhadap
kesesakan
cukup beragam,
misalnya
mengeluh,
meninggalkan
tempat
hingga berusaha
beradaptasi
dengan
mengubah
lingkungan
atau menyesuaikan
diri.
Apabila
strategi
penanggulangan
masalah
yang dilakukan
berhasil
mengatasi
ketidaknyamanan
yang
timbul
akibat
rasa sesak yang
dialami,
akan
muncul
kemampuan adaptasi dalam ruangan padat yang menimbulkan kesesakan,
tetapi
apabila
strategi
penanggulangan
masalah
yang dimiliki
tidak
mampu
mengatasi
ketidaknyamanan
yang timbul,
maka individu
dapat
mengalami
tegangan
kembali
yang
menguras
tenaga
dan
pikirannya
dan
apabila
hal
ini
terus dibiarkan
individu
dapat
mengalami
gangguan
fisiologis
maupun
psikologis.
Gangguan
fisiologis
akibat
kesesakan
berupa
kenaikan
tekanan
darah
dan
detak
jantung,
selain
itu
kesesakan
dapat
menimbulkan
penyakit
seperti
gangguan
dalam pencernaan.
Secara
psikologis,
individu
dapat
mengalami
gangguan
dalam penampilan
kerja
atau prestasi
kerja yang
menurun,
suasana
hati
yang cenderung
murung,berkurangnya keinginan
menolong
dan
kecenderungan
untuk
melihat
orang
lain
dari
sisi buruk
hingga
gangguan
mental (Zuhriyah, 2007).
II.2.2 Pemulihan
Proses
pemulihan
atau
recovery
sangat
dibutuhkan
saat tubuh
telah
mengalami
rasa
lelah
yang
berat. Pemulihan
yang
baik
adalah
apabila
dengan
proses
pemulihan
tersebut
seseorang
tidak
merasa
lelah
akibat
aktivitas
fisik
sebelumnya
saat
orang
itu harus
melakukan
aktivitas
fisik
selanjutnya..
Dalam
melakukan
suatu
sesi peatihan,
seoarang
atlet
membutuhkan
teknik-teknik
pemulihan
efektif
agar
atlet tesebut
mampu
mengikuti
sesi latihan
selanjutnya
dengan
baik,
tanpa
mengalami
kelelahan
(Dinar Dinangsit,
2009).
|