|
12
Comnius
( 1592-1670), Jen Jacques Rousseau
( 1712-1778), maupun
John Hendrick Pestalozzi
( 1747-1827). Martin Luther
menyarankan
agar, anak laki-laki diberikan pendidikan formal. Logikanya, baik
secara ekonomi ataupun untuk kepentingan pendidikan keturunanya
kelak.
John Comenius
justru sebaliknya dengan Martihin Luther.
Comenius menyatakan agar, semua anak, baik laki-laki maupun
perempuan, mendapatkan kesempatan yang sama untuk bersekolah.
Comenius
juga melontarkan gagasan tentang kurikulum
terintegrasi
(integrated curriculum)
atau kurikulum terpadu yang tidak
memisahkan mata pelajaran secara kaku. Kurikulum itu memberi
kesempatan anak untuk belajar pengalaman langsung (hands on
curriculum). Kegiatan pembelajaran anak disarankan mulai dari aktivitas
fisik, sepeti mengamati, meyusun dan merangkai.
Jen jacques rousseau, seorang filsuf
terkenal asal Prancis,
menentang pendapat bahwa anak miniatur orang dewasa. Ia
menyarankan agar, Anak didik sesuai kodratnya sebagai anak dan
sesuai usia perkembangan mereka. Rousseau berpendapat, Sejak lahir
sampai usia 5 tahun anak belajar melalui aktivitas fisiknya. Setelah itu,
usia 5-12 tahun, anak belajar melalui pengalaman langsung dan melalui
eksplorasi terhadap lingkungannya.
Sementara John Hendrick Pestalozzi
menyarankan agar Anak
belajar dari benda-benda nyata. Rekreasi dan bermain menjadi bagaian
|