|
14
Belakangan pada abad ke-19 hinga abad ke-20an, muncul pemikir-
pemikir di bidang psikologi dan perkembangan anak, mulai dari Jhon
Dewey, Digmund Freud , Lev Vygotsky, Jean Piaget, Benjamin s. Bloom,
hingga Burrhus Frederic (FB) Skinner.
John Dewey
menekanakan, pendidikan merupakan proses
rekonstruksi pengalaman yang tak pernah berakhir. Oleh karena itu,
sekolah sebaiknya memanifestasikan kehidupan itu sendiri, sebagaimana
kehidupan yang dialami anak didalam keluarga dan masyarakat.
Segmund Freud
menekankan pentingnya mendidik anak dengan
benar karena berbagai perilaku manusia ketika dewasa sesungguhnya
bisa dideteksi dari apa yang terjadi pada masa kanak-kanak. Oleh karena
itu, kesalahan dalam mendidik anak pada masa kecil, nantinya
berdampak pada munculnya bebagai perilaku menyimpang ketika sudah
dewasa.
Lev Vygotsky, psikolog asal Rusia yang mencetuskan teori yang
dikenal dengan Namacocial
Cognitive
Learning
Theory. Menurutnya,
interaksi sosial memegang peranan terpenting dalam perkembangan
kognitif anak. Anak belajar melalui dua tahapan. Pertama, melalui
interaksi dengan orang lain, baik keluarga, teman sebaya, maupun
gurunya. Kedua, secara individual ia mengintergasikan apa yang
dipelajarinya dari orang lain ke dalam struktur mentalnya.
Teori belajar Vygotsky
ini memiliki empat prinsip umum, yaitu
anak merangkai pengetahuan, belajar terjadi dalam konteks sosial,
|