|
23
b)
Diri sebagai pelaku (behavioral self).
Diri pelaku merupakan persepsi seorang individu tentang tingkah
lakunya. Diri pelaku berisikan segala kesadaran mengenai apa
yang dilakukan oleh diri. Selain itu, bagian ini sangat erat
kaitannya dengan diri sebagai identitas. Diri yang adekuat atau
memenuhi syarat akan menunjukkan adanya keserasian antara diri
identitas dengan diri pelakunya, sehingga individu tersebut dapat
mengenali dan menerima baik diri sebagai identitas maupun diri
sebagai pelaku. Kaitan keduanya dapat dilihat pada diri sebagai
penilai.
c)
Diri sebagai pengamat dan penilai (judging self)
Manusia cenderung menilai sejauh mana hal-hal yang
dipersepsikan memuaskan bagi dirinya. Interaksi antara diri
identitas, diri pelaku dan integrasi dalam keseluruhan konsep diri
meliputi bagian diri yang ketiga yaitu diri sebagai penilai. Diri
penilai berfungsi sebagai pengamat dan pemberi nilai standar,
pembanding dan terutama sebagai penilai diri. Juga mediator
antara dua diri berbeda. Penilaian diberikan pada label-label di
dalam diri identitas atau diri pelaku secara terpisah, misalnya Saya
pintar atau Saya tidak suka melakukan itu. Penilaian belajar dan
saya pintar
berarti orang tersebut memberi label pada
keseluruhan diri dan bukan pada tingkah laku tertentu. Namun
orang tersebut bisa juga mengatakan "Saya melakukan itu tapi saya
|