|
22
diberikan pada diri oleh individu yang bersangkutan untuk
menggambarkan dirinya dan membangun identitasnya. Misalnya,
saya Ikhsan dan kemudian sejalan dengan bertambahnya usia
dan interaksi individu dengan lingkungannya, akan semakin
banyak pengetahuan individu akan dirinya sendiri, sehingga
individu tersebut akan dapat melengkai keterangan dirinya dengan
hal-hal yang lebih kompleks, seperti : saya Ikhsan, saya seorang
ayah dari satu orang anak, saya bekerja sebagai seorang
wiraswasta, dan sebagainya. Selanjutnya setiap elemen dari
identitas diri akan mempengaruhi cara individu mempersepsikan
dunia fenomenalnya, mengobservasinya, dan menilai dirinya
sendiri sebagaimana ia berfungsi. Pada kenyataannya, identitas diri
berkaitan erat dengan diri sebagai pelaku. Identitas diri sangat
mempengaruhi tingkah laku seorang individu, dan sebaliknya
identitas diri juga dipengaruhi oleh diri sebagai pelaku. Sejak kecil,
individu cenderung untuk menilai atau memberikan label pada
orang lain maupun pada dirinya sendiri berdasarkan tingkah laku
atau apa yang dilakukan seseorang. Dengan kata lain, untuk dapat
menjadi sesuatu seringkali seseorang harus melakukan sesuatu, dan
dengan melakukan sesuatu, seringkali individu itu sendiri harus
menjadi sesuatu.
|