Start Back Next End
  
21
diri. Ketidakmampuan ini menyebabkan individu tidak mengetahui
dengan benar siapa dirinya, kekuatan maupun kelemahannya, atau apa
yang dihargai dalam kehidupannya.Tipe yang kedua adalah pandangan
diri individu terlalu stabil dan teratur. Hal ini dapat terjadi karena
individu dididik dengan cara yang keras, sehingga menciptakan citra
diri yang tidak mengizinkan adanya penyimpangan dari kebiasaan atau
citra dirinya yang telah terbentuk tersebut, dan beranggapan bahwa hal
tersebut adalah cara hidup yang paling tepat.
2.2.3.
Dimensi Konsep Diri
Fitts (dalam Agustiani, 2006) membagi konsep diri ke dalam dua
dimensi pokok, yaitu dimensi internal dan dimensi eksternal. Berikut
dijelaskan secara rincii satu persatu. 
1.
Dimensi Internal atau yang disebut juga kerangka acuan internal
(internal frame of reference) adalah bila seorang individu melakukan
penilaian terhadap dirinya sendiri berdasarkan dunia batinnya sendiri
atau dunia dalam dirinya sendiri terhadap identitas dirinya, perilaku
dirinya, dan penerimaan dirinya. Kerangka acuan internal
atau yang
disebut juga dimensi internal
ini oleh Fitts dibedakan atas tiga bentuk,
yang terdiri dari: 
a)
Diri sebagai obyek/identitas (identity self).
Identitas diri ini merupakan aspek konsep diri yang paling
mendasar. Konsep ini mengacu pada pertanyaan “siapakah saya ?”,
dimana di dalamnya tercakup label-label dan simbol-simbol yang
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter