|
14
ini dapat menjelaskan bahwa kelompok teman sebaya adalah lingkungan
sosial pertama di luar keluarga, dimana remaja mempelajari untuk hidup
bersama dengan orang lain yang bukan keluarganya. Mukhoyyaroh (2012)
mengatakan bahwa konformitas pada teman sebaya meliputi penampilan,
minat, sikap, pembicaraan, serta perilaku.
Berndt (1979) mendimensikan konformitas teman sebaya ke dalam
dua bentuk, yaitu:
1.
Anti-sosial: merupakan suatu perilaku yang dapat merugikan diri
sendiri bahkan orang lain (Berndt, 1979 dalam
Koban, 2000). Selain
itu, Berger (2000) menyatakan bahwa sikap antisosial seringkali
dipandang sebagai sikap dan perilaku yang tidak mempertimbankan
penilaian dan keberadaan orang lain di sekitarnya. Contoh pertanyaan
untuk mendeteksi perilaku antisosial pada konformitas teman sebaya
adalah dengan menanyakan kepada remaja, apakah yang akan ia
lakukan jika salah satu teman sebayanya menginginkan ia untuk
mencuri permen (Santrock, 2006).
2.
Netral: melakukan segala sesuatu karena keinginan atau ajakan orang
lain agar tidak disisihkan atau tidak menyinggung perasaan orang lain
(Berndt, 1979 dalam
Koban, 2000). Dalam hal ini dijelaskan bahwa
remaja tidak selalu menuruti kehendak teman-temannya, tetapi pada
akhirnya remaja mengikuti teman-temannya karena berusaha menjaga
perasaan mereka (Sumarlin, 2012). Contoh pertanyaan untuk
mendeteksi perilaku netral pada konformitas teman sebaya adalah
|