Start Back Next End
  
15
dengan menanyakan kepada remaja, apakah ia akan mengikuti saran
teman sebayanya untuk mengikuti aktivitas yang ia tidak tertarik untuk
ikuti (Santrock, 2006).
3.
Pro-sosial : melakukan sesuatu sesuai dengan norma-norma sosial atau
nilai-nilai yang berisi mengenai hal-hal positif (Berndt, 1979 dalam
Koban, 2000). Dalam hal ini dijelaskan bahwa remaja tidak hanya
prososial terhadap kelmpoknya, tetapi juga terhadap lingkungan
tempat tinggalnya (Sumarlin, 2012). Contoh pertanyaan untuk
mendeteksi perilaku prososial pada konformitas teman sebaya adalah
dengan menanyakan kepada remaja, apakah ia mengandalkan saran
orang tua dalam memutuskan sesuatu, misalnya magang di
perpustakaan atau mengajari anak-anak berenang (Santrock, 2006).
2.1.2.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Konformitas Teman Sebaya
Asch (dalam Baron, Branscombe, & Byrne, 2008) dari penelitian
yang dilakukannya menemukan beberapa faktor yang memengaruhi
konformitas, antara lain:
a.
Cohesiveness (Kekompakan). Faktor paling kuat
yang mempengaruhi
kecenderungan seseorang melakukan konformitas adalah ketertarikan
pada suatu kelompok dan keinginan untuk berada di kelompok
tersebut. Rakhmat (2001) mengatakan bahwa semakin kohesif suatu
kelompok, maka semakin besar kemungkinan terjadinya konformitas.
Semakin seseorang ingin berada dalam sebuah kelompok sosial dan
semakin ingin merasa diterima di kelompok tersebut, maka mereka
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter