Start Back Next End
  
17
berdasarkan atas kemampuan dan usaha sendiri. ataupun pada anakanak
yang mempunyai status penjabaran, di mana statusnya tergantung
sepenuhnya pada pemberian orang tua dan atau masyarakat dalam
perkembanngan sosialnya remaja mengalami dua macam gerak yaitu gerak
memisahkan diri dengan orang tua dan gerak menuju ke arah teman
sebaya. Pengaruh teman sebaya tampak jelas karena adanya penurunan
jumlah waktu untuk berinteraksi dengan orang tua, dan sebaliknya
mengalami peningkatan jumlah waktu untuk berinteraksi dengan teman
sebaya (Monks dkk., 1994). 
Condry (dalam Monks dkk, 1994) menyatakan bahwa remaja biasa
menghabiskan waktu untuk berakhir pekan dengan teman sebayanya dua
kali lipat lebih banyak daripada bersama dengan orangtuanya. Bahkan
Csikszentmihalyi (dalam Monks dkk, 1994) menemukan remaja dalam
menghabiskan akhir pekannya dengan teman sebayanya tiga kali lipat
lebih banyak dibanding bersama dengan orang tuanya. 
Hurlock (1996) menyatakan bahwa salah satu fenomena perilaku
yang teijadi dalam hubungan antara seorang remaja aengan kelompok
teman sebayanya adalah konformitas. Karena adanya kepentingan seorang
remaja terhadap kelompok teman sebayanya, maka motivasi untuk
konformistis terhadap nilai, kebiasaan.
Kecenderungan
untuk mempertahankan keunikan individu maupun
konsistensi dalam mengontrol kejadian dalam kehidupannya, merupakan
masalah lain.
Seseorang ingin
mengikuti dan menjadi seperti
orang lain,
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter