Start Back Next End
  
18
akan tetapi hal tersebut tidak
seharusnya
membuat
seorang individu
kehilangan identitas personalnya (dalam Hewstone dkk, 1996). 
Keinginan remaja untuk diterima di tengah-tengah kelompoknya
ditentukan oleh tingkat kekuatan tekanan yang akan diberikan kelompok
kepada remaja, untuk mencapai tujuan tersebut remaja akan berusaha
untuk konformistis dalam segala hal agar dapat ditrima ditengah-tengah
kelompok (Hurlock, 1968).
Atribut yang mencolok pada remaja jika dibanding tahap
perkembangan lain adalah perilaku konformitas. Sifat remaja yang suka
mencoba hal-hal baru, keadaan yang kondusif, keinginan untuk
berkelompok serta tidak stabilnya pendirian akan mudah bagi terciptanya
konformitas pada remaja. Tetapi tidak semua remaja memiliki tingkat
kerentanan yang sama terhadap pengaruh konformitas tersebut, seperti
dijelaskan oleh Lefcourt (dalam Monks dkk, 1994), yang menyatakan
bahwa remaja dari kelas sosial yang rendah memiliki kecenderungan yang
lebih besar untuk bersikap konformistis dengan kelompoknya. Dan
sebaliknya remaja dari kelas sosial yan tinggi memilik tingkat konformitas
yang lebih rendah.
2.2.
Konsep Diri
2.2.1.
Pengertian Konsep diri
Konsep diri adalah sekumpulan keyakinan dan perasaan seseorang
mengenai dirinya. Keyakinan tersebut bisa berkaitan dengan bakat, minat,
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter