Start Back Next End
  
81
seperti Gedung Kesenian Jakarta, Teater komunitas Salihara, dan graha Bhakti
Budaya. Selain mengobservasi gedung-gedung pertunjukan, perlu juga dilakukan
pengumpulan data mengenai tempat-tempat pertunjukan pariwisata dan budaya yang
sudah ada, seperti Bali Theatre di Bali Safari and Marine Park
dan juga Siam
Niramit di Thailand.
2.2.1 Gedung Kesenian Jakarta
Gedung Kesenian Jakarta berlokasi di Jalan Gedung Kesenian no.1, Jakarta
Pusat. Gedung yang dibangun pada masa kolonial Belanda ini masih digunakan
hingga hari ini dan menjadi tempat bagi para seniman dari seluruh Nusantara,
maupun internasional, mempertunjukkan hasil kreasi seninya, seperti drama,
teater, tari, film, sastra, dan lain sebagainya.
Gambar 2.56.Tampak Serong Depan GKJ
Gambar 2.57 Tampak Samping GKJ
Sumber : dokumentasi penulis
Sumber : dokumentasi penulis
A. Sejarah
1) Masa Inggris
Ide munculnya gedung ini berasal dari Gubernur Jendral Belanda,
Daendels. Kemudian direalisasikan oleh Gubernur Jendral Inggris, Sir
Thomas Stamford Raffles pada tahun 1814 yang merasa prihatin ketika
pertama kali menduduki Batavia pada tahun 1811 karena menyaksikan
kota ini tidak memiliki gedung kesenian.
Pada tanggal 27 Oktober 1814 gedung pertunjukan yang tidak
mengesankan dibuka dan diresmikan. Dinding gedung terbuat dari
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter