|
82
gedek dan bagian atasnya ditutup dengan alang-alang, berdiri
di atas
lahan kosong dekat daerah Pasar Baru. Walau bentuk teater tersebut
buruk, namun mencapai tujuannya untuk menghibur tentara Inggris
yang haus hiburan.
Dengan bangga gedung tersebut mereka beri nama "Gedung Teater
militer di Weltevreden" tapi orang Belanda mengejeknya dengan
sebutan "Bamboo Theater". Gedung inilah yang merupakan cikal bakal
lahirnya Gedung Kesenian Jakarta.
2) Masa Belanda
"Bamboo Theater" pun akhirnya berpindah tuan. Beruntung
penguasa Belanda tidak menghancurkan gedung pertunjukan tersebut.
Bangunan yang semula bermaterial bambu, atas dukungan langsung
dari Pemerintah Kolonial Belanda, akhirnya diganti menjadi gedung
kesenian yang ideal dan permanen yang dibuka secara resmi pada
tanggal 7 Desember 1821 oleh Pemerintah Kolonial Belanda.
Dalam perkembangan selanjutnya, bangunan ini sering dikenal
dengan nama Gedung Kesenian Pasar Baru, Gedung Komidi
(Comedelgebow) dan Schouwburg
(gedung pertunjukan, dalam bahasa
Belanda). Gedung ini bergaya Yunani baru (Neo Grekse Stijl),
merupakan perkembangan dari gaya
Rococo yang populer pada masa
itu.
Shcouwburg
pada masa itu memang menjadi pusat perhatian seni
pertunjukan, sehingga tak mengherankan apabila Pangeran Hendrik dari
Belanda ketika berkunjung ke Batavia juga pernah mendapat suguhan
sandiwara di gedung ini. Dan pada tahun 1833 didatangkan rombongan
|