|
4
BAB 2
LANDASAN TEORI
2.1
Pengertian Maintenance
Dalam buku Maintenance Engineering Handbook (Hinggins, Mobley,
& Smith, 2002)
Mobley mengatakan bahwa perawatan tidak hanya tentang
pencegahan, pemberian minyak, ataupun perbaikan mesin yang rusak. Namun
pemeliharaan atau maintenance
merupakan sebuah bidang keilmuan, seni,
serta filosofi karena sifatnya yang dapat mempengaruhi proses dalam sebuah
perusahaan.
2.2
Jenis-Jenis Maintenance
2.2.1
Preventive Maintenance
Perencanaan merupakan sebuah hal yang sering dilakukan untuk
berbagai tujuan. Tidak terkecuali pada perawatan, perencanaan yang baik
merupakan inti dan juga keunggulan dari preventive maintenance
jika
dibandingkan dengan perencanaan penjadwalan lain (Hinggins, Mobley, &
Smith, 2002, p.2.10). Beberapa kondisi yang memungkinkan untuk
menggunakan preventive maintenance adalah sebagai berikut (Hinggins,
Mobley, & Smith, 2002, p.1.39):
a.
Corrective maintenance tidak dapat dibenarkan.
b.
Predictive maintenance tidak dapat diterapkan.
c.
Efek samping dari jenis perawatan repairs maintenance
tidak dapat
diterima.
2.2.2
Corrective Maintenance
Corrective maintenance
melibatkan beberapa perbaikan seperti
perubahan kecil pada desain dan pergantian beberapa komponen yang lebih
baik atau peningkatan kualitas material dari suatu konstruksi untuk
menghilangkan suatu masalah tertentu (Hinggins, Mobley, & Smith, 2002,
p.1.39).
Corrective maintenance dapat pula dimasukkan dalam kategori mean
time to repair. Waktu untuk melakukan perbaikan terdiri dari beberapa
kegiatan yang dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu (O'Connor, 2002, hal. 401):
a.
Waktu persiapan: menemukan orang yang tepat untuk melakukan
kegiatan perawatan dan perbaikan, mengambil alat, mengambil alat,
mengecek alat, dan lainnya.
b.
Waktu aktiv perawatan: waktu saat melakukan pekerjaan.
c.
Waktu menunggu: waktu untuk menunggu komponen pengganti setelah
perawatan dilakukan dan lainnya.
2.2.3
Predictive Maintenance
Predictive maintenance merupakan sebuah cara perawatan yang
menggunakan berbagai alat ukur spesifik untuk menilai sebuah perubahan
pada suatu benda atau keadaan. Hal ini didasarkan dari prinsip dasar
dilakukannya perawatan yaitu terjadi perubahan secara fisik dari suatu benda.
Dengan cara ini, pemeriksaan komponen internal serta pembongkaran dari
komponen besar dapat dihindari (Hinggins, Mobley, & Smith, 2002, p.1.39).
`
2.2.4
Repairs Maintenance
|