Start Back Next End
  
5
Repairs maintenance merupakan suatu metode yang hanya melakukan
aktivitas perawatan saat dibutuhkan atau saat terjadi kerusakan. Cara ini
merupakan cara yang paling sederhana yang terkadang digantikan dengan
metode periodik. Namun, walaupun cara ini merupakan cara yang paling
sederhana, cara ini dapat menjadi solusi yang paling logis contohnya untuk
komponen-komponen yang bukan bersifat kritis atau utama (Hinggins,
Mobley, & Smith, 2002, p.1.39).
2.3
Penjadwalan Preventive Maintenance
Pengukuran waktu aktif perawatan meiputi waktu untuk mempelajari
kerusakan yang terjadi dan data-data kerusakan yang pernah terjadi sehingga
dapat memperhitungkan waktu perawatan serta durasi yang tepat. Preventive
maintenance
melakukan tindakan-tindakat pencegahan perawatan sederhana
seperti pelumasan, pembersihan atau pemeriksaan terhadap masalah-masalah
yang ada. Waktu perawatan ini dapat diukur dengan menggunakan waktu
pada saat melakukan aktivitas perawatan dalam frekwensi tertentu
(O'Connor, 2002, p.401). Sedangkan menurut Ebeling (1997,p.189) PM
merupakan downtime
yang dijadwalkan, biasanya secara periodik, yang
terdiri dari beberapa set aktivitas, seperti pemeriksaan dan perbaikan,
penggantian, pembersihan, pemberian minyak, dan penjajaran dilakukan.
Pengutamaan urutan perawatan merupakan tugas yang krusial dalam
sebuah sistem produksi, terutama saat kebutuhan akan perawatan lebih tinggi
dari teknisi maupun sumber daya yang dibutuhkan untuk mengerjakannya.
Urutan kerja yang dilakukan secara acak ataupun secara khusus tidak hanya
dapat membuang tenaga kerja yang ada dan sumber daya yang digunakan,
namun juga dapat menambah downtime
yang terjadi sehingga dapat
mengakibatkan kerugian (Ni & Jin, 2012, p.413).
Penjadwalan perawatan  harus dilakukan berdasarkan interval yang
sesuai dengan objek perawatan. Satuan interval tersebut diantaranya
(O'Connor, 2002, hal. 407):
a.
Kendaraan darat dan kereta: jarak yang ditempuh
b.
Pesawat terbang: jam terbang, jumlah terbang dan mendarat.
c.
Alat elektronik: jam bekerja, jumlah hidup dan mematikan.
d.
Sistem tetap (radar, jalur kereta, dan lain-lain): jumlah hari.
2.4
Identifikasi Distribusi Data
Identifikasi data dilakukan dengan metode Least Square Curve Fitting
(LSCF) yaitu cara mencari nilai index of fit dari data TTR dan TTF yang ada.
Distribusi yang dipakai pada metode ini adalah weibull, eksponensial, normal
dan lognormal. Namun pada pembahasan ini hanya terpakai 2 distribusi yaitu
weibull
dan lognormal. Berikut adalah cara mencari nilai r untuk memilih
distribusi yang akan dipakai. Nilai r tertinggi merupakan distribusi yang
dipilih (Ahmad, Kamaruddin, Mokthar, & Almanar, 2006). 
 
(2.1)
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter