Start Back Next End
  
20
2.4
Valuasi Harga Saham
Setelah menganalisis faktor-faktor yang berasal baik dari dalam maupun luar
yang mempengaruhi perusahaan dalam mempertahankan dan meningkatkan
keunggulan kompetitifnya, penilaian bisnis berikutnya yaitu dengan melakukan
penilaian dari segi keuangan perusahaan yakni mengestimasi nilai intrinsik
perusahaan. 
Mengacu pada pendapat Brown dan Reilly (2011:336) , terdapat pendekatan
untuk menilai estimasi nilai intrinsik , yaitu dengan pendekatan discounted cash flow
dan relative valuation techniques. Model Penilaian berdasarkan arus kas dapat dibagi
menjadi dua ,yaitu free cash flow to equity dan free operating cash flow to the firm.
Model penilaian FCFE digunakan apabila perusahaan memiliki komposisi utang
yang stabil, sementara model FCFF digunakan untuk perusahaan yang memiliki
komposisi utang yang tidak stabil. Sedangkan pendekatan relative valuation
terdiri
dari  Price Earning Ratio (PER) , Price to Book Value (PBV), Price to Cash Flow
(PCF) serta Price to Sales Ratio (PSR).
2.4.1
Pendekatan Discounted Cash Flow (DCF)
Penggunaan arus kas (cash flow) sebagai dasar perhitungan intrinsik suatu
saham. Pada intinya, metode DCF menghitung nilai wajar berdasarkan free cash
flow. Pada praktiknya, free cash flow terbagi menjadi dua : free cash flow to equity
dan free operating cash flow to the firm. Free cash flow to equity
(FCFE) adalah
dana kas yang tersedia untuk pemilik saham setelah pendanaan modal, modal kerja,
dan pendanaan hutang terpenuhi.
Menurut pendapat Damodaran (2006:79), menyatakan bahwa Free Operating
Cash Flow to Equity
mendefinisikan arus kas sebagai sisa
arus kas yang tertinggal
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter