|
33
Ermia Fayana dan Singgih Jatmiko (2012), melakukan penelitian mengenai
penilaian harga wajar saham dengan menggunakan metode Dividen Discount Model
(DDM) dan PBV pada sektor perbankan yang termasuk saham LQ45 di
BEI.
Berdasarkan perhitungan menggunakan DDM dan PBV ratio memiliki hasil yang
berbanding terbalik , dimana pada tahun 2007
2011 metode DDM menunjukkan
keadaan overvalued
sedangkan metode PBV ratio
menunjukkan keadaan
undervalued. Dari hasil tersebut metode DDM memiliki rentang harga wajar yang
cukup jauh dengan harga pasar sedangkan metode PBV ratio memiliki rentang yang
lebih dekat dan pola pergerakan harga wajar sahamnya hamper mengikuti harga
pasar.Dalam perkiraan harga wajar saham pada penelitian ini metode PBV ratio lebih
baik untuk digunakan.
Alfian (2008) , melakukan penelitian dengan menganalisis nilai intrinsik
harga saham PT Medco Energi Internasional Tbk dengan menggunakan metode
FCFF dan Option Pricing Model. Berdasarkan perhitungannya disimpulkan bahwa
nilai saham PT Medco Energi Internasional Tbk yang dihitung berdasarkan metode
FCFF adalah sebesar Rp3.461. Sedangkan berdasarkan metode Option Pricing
Model
didapati nilai saham medco adalah Rp5.156 untuk kondisi low estimate, Rp
6.787 pada kondisi best estimate. Khusus metode option pricing model, kepastian
cadangan minyak atas eksplorasi di Libia dan fluktuatif harga minyak dunia sangat
berpengaruh terhadap nilai saham perusahaan.
Frans Hamonangan dan Dyah Sulistyawati (2012), melakukan penelitian
mengenai perhitungan harga saham wajar PT Bank Central Asia Tbk dengan
menggunakan metode Discounted Earning Approach
dan Price to Book Value.
Tujuan penelitian ini adalah membandingkan antara harga saham PT Bank BCA di
pasar dengan nilai intrinsik
saham hasil perhitungan . Berdasarkan perhitungan ,
|