Start Back Next End
  
32
arus kas bebas dalam menentukan kinerja operasional perusahaan, sehingga metode
FCFF akan lebih mendekati nilai relatif tepat bila dibandingkan dengan PER. 
Putu Lusyana Fitri Pertiwi (2011), melakukan penelitian mengenai analisis
valuasi saham pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi studi
kasus perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mengetahui harga wajar suatu
atau mengetahui nilai intrinsik
dari
saham perusahaan manufaktur industri barang konsumsi apabila dihitung dengan
menggunakan beberapa metode pendekatan yaitu Free Cashflow to Equity , Relative
Valuation dan CAPM. Dari beberapa metode tersebut diperoleh kondisi saham dari
ketujuh objek penelitian yang digunakan, lebih banyak berada dalam kondisi
overvalued. Dimana hasil tersebut menunjukkan keadaan perusahaan sektor
industri
barang konsumsi memiliki kapitalisasi dan perkembangan yang cukup baik di pasar
bursa.
Josua Panatap S Simorangkir dan Panubut Simorangkir (2012), melakukan
penelitian mengenai valuasi harga saham PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk
dengan Discounted Earning Approach dan Price to Book Value Ratio (PBV). Tujuan
dari penelitian ini adalah menentukan nilai intrinsic dari harga saham BNI
berdasarkan metode Discounted Earning Approach
dan PBV ratio serta
membandingkan nilai intrinsik
tersebut dengan harga pada bursa / pasar modal
sehingga diharapkan dapat menjadi acuan bagi para investor dan manajemen BNI
dalam mengambil keputusan investasi atas  saham BNI. Berdasarkan hasil
perhitungan valuasi dengan metode Discounted Earning Approach dan PBV ratio
,
dapat disimpulkan bahwa nilai intrinsik saham BNI masi diatas harga pasar saham
tersebut per 21 oktober 2011 sebesar Rp3.825 , sehingga posisi saham BNI berada
dalam kondisi undervalued.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter