Start Back Next End
  
26
II.3.2. Audit Kecurangan
Association of Certified Fraud Examiner
seperti yang dikutip oleh Amin
Widjaja (2008), mendefinisikan audit kecurangan sebagai berikut: “Fraud
Auditing is an intial approach (proactive) to detecting financial fraud, using
accounting records and information, analytical relationship, and an
awareness of fraud perpetration and concealment efforts”.
Yang diartikan audit kecurangan merupakan suatu pendekatan awal (proaktif)
untuk mendeteksi penipuan keuangan, dengan menggunakan catatan
akuntansi dan infromasi, hubungan analistis dan kesadaran perbuatan
penipuan dan upaya penyembunyian.
II.3.3. Jenis-jenis Audit
Menurut Mulyadi (2002:30-32), dari jenis pemeriksaannya, jenis-jenis
audit dibagi menjadi tiga yaitu :
1.
Audit Laporan Keuangan (Financial Statement Audit).
Bertujuan untuk menilai kewajaran laporan keuangan atas dasar
kesesuaiannya dengan prinsip akuntansi berterima umum (PABU). Hasil
auditing terhadap laporan keuangan tersebut disajikan dalam bentuk    
tertulis berupa laporan audit.
2.
Audit Kepatuhan (Compliance Audit).
Audit bertujuan untuk menentukan apakah yang diaudit sesuai dengan 
kondisi atau peraturan tertentu. Hasil audit kepatuhan umumnya    
dilaporkan
kepada pihak yang berwenang membuat kriteria. Audit 
kepatuhan banyak dijumpai dalam pemerintahan.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter