|
30
1.
Struktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab fungsional
secara
tegas.
2.
Sistem wewenang dan prosedur pencatatan yang memberikan
perlindungan yang cukup terhadap karyawan, utang, pendapatan, dan
aktiva.
3.
Praktek yang sehat dalam melaksanakan tugas dan fungsi setiap unit
organisasi.
4.
Karyawan yang mutunya sesuai dengan tanggung jawabnya
Menurut Suharli (2006), dalam pengendalian internal terdapat berbagai
tujuan. Tujuan pengendalian internal tersebut adalah :
1.
Otorisasi ( wewenang )
Setiap transaksi harus mendapat otorisasi semestinya berdasarkan struktur
dan kebijakan perusahaan. Dalam keadaan
atau masalah-
masalah
tertentu sangat mungkin diperlukan otorisasi khusus.
2.
Pencatatan
Pencatatan atas transaksi harus dilaksanakan sebagaimana mestinya
dan
pada waktu yang
tepat dengan uraian yang wajar.Transaksi yang
dicatat
adalah transaksi yang benar-benar terjadi dan lengkap.
3.
Perlindungan
Harta fisik berwujud tidak boleh berada di bawah pengawasan atau
penjagaan dari mereka yang bertanggung jawab.
Dalam hal ini
pengendalian internal memperkecil resiko terjadinya kecurangan oleh
karyawan atau manajemen sekalipun.
|