Start Back Next End
  
36
b.
Pengujian transaksi tertentu yang telah terjadi dan yang telah dicatat.
Dalam hal ini auditor harus memilih transaksi tertentu kemudian
mengikuti pelaksanaanya sejak awal sampai selesai, melalui
dokumen-dokumen yang dibuat dalam transaksi tersebut dan
pencatatannya dalam catatan akuntansi.
2.
Pengujian tingkat kepatuhan
Dalam pengujian pengendalian
terhadap pengendalian internal, auditor  
tidak hanya berkepentingan terhadap eksistensi unsur-unsur pengendalian   
internal, namun auditor juga berkepentingan terhadap
tingkat kepatuhan 
klien terhadap pengendalian internal.
II.4.6.
Hubungan Pengendalian Internal dan Kecurangan
Audit internal sangat erat berkaitan dengan masalah pencegahan tindak
kecurangan (fraud) di dalam perusahaan. Adanya audit internal dalam
suatu perusahaan diyakini bermanfaat dalam membantu
mencegah
terjadinya kecurangan. Namun demikian, audit internal tidak bertanggung
jawab atas terjadinya kecurangan, meskipun audit internal merupakan
pihak yang memiliki kewajiban yang paling besar dalam masalah
pencegahan kecurangan. kecurangan (fraud) dapat dikurangi bahkan
dicegah dengan menciptakan iklim budaya jujur, keterbukaan, dan saling
membantu satu sama lain. Selain itu pencegahan kecurangan dapat
dihilangkan dengan menghilangkan peluang untuk melakukan
kecurangan, misalnya dengan menanamkan kesan bahwa setiap tindakan
kecurangan
akan mendapat sanksi setimpal. Audit internal harus dapat
memastikan apakah kecurangan itu memang ada atau tidak. Untuk
memastikannya, audit internal akan melakukan evaluasi terhadap sistem 
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter