|
37
pengendalian internal yang dibuat manajemen dan aktivitas karyawan
perusahaan berdasarkan kriteria yang tepat untuk merekomendasikan
suatu rangkaian tindakan kepada pihak manajemen. Disamping itu, audit
internal harus mempunyai alat pengendalian yang efektif sehinga
sehingga kecurangan dapat cegah sedini mungkin.
II.5.
Teknik Audit Kecurangan
Audit kecurangan atau audit investigatif diarahkan lebih ke pembuktian ada
atau tidak adanya fraud dan perbuatan melawan hukum lainnya, oleh karena itu lebih
memusatkan
kepada 5W (what, where, when, who, why) dan 1H (how). Audit
investigatif juga menggunakan teknik audit yang biasa dilakukan dalam audit laporan
keuangan, namun di dalam audit investigatif teknik-teknik audit lebih bersifat
eksploratif, mencari wilayah garapan atau probing (contohnya dengan reviu
analitikal)
maupun pendalaman (contohnya dengan konfirmasi atau dokumentasi),
sehingga sangat diperlukannya review analitikal pada awal investigasi untuk
perbandingan antara apa yang akan dihadapi dengan apa yang
layak seharusnya
terjadi dan berusaha menjawab
sebab terjadinya kesenjangan. Tuanakotta (2010)
mengungkapkan teknik audit yang lazim digunakan di dalam audit investigatif
adalah sebagai berikut:
1.
Memeriksa fisik dan mengamati (physical examination)
Memeriksa fisik dapat diartikan sebagai penghitungan kembali asset yang
berupa uang tunai (mata uang rupiah maupun asing), kertas berharga,
persediaan barang, aset tetap, dan barang berwujud lainnya. Mengamati
sendiri diartikan sebagai pemanfaatan indera untuk mengetahui sesuatu.
Contohnya, terdapat suatu kontrak biaya pengecetan gedung Pentagon,
|