|
20
Jenis kecurangan fraudulent Statement
berkenaan dengan penyajian
laporan
keuangan sangat
menjadi
perhatian auditor, masyarakat, atau para
LSM, namun tidak
menjadi perhatian akuntan
forensik. Fraud
dalam
menyusun laporan keuangan dapat
berupa salah saji (missstatement
baik
overstatement maupun understatement).
Albrecht (2012:400) mengungkapkan jenis-jenis kecurangan yang
berkaitan dengan penerimaan dan persediaan, sebagai berikut:
1.
Related party transaction, yaitu perjanjian bisnis yang dilakukan
oleh
kedua
belah
pihak yang telah memiliki hubungan
sebelumnya, sehingga timbul konflik kepentingan.
2.
Sham sales, yaitu berbagai jenis penjualan palsu.
3.
Bill and hold sales, yaitu pemesanan atas barang yang masih
disimpan oleh
pemasok, kecurangan ini terjadi,
karena pembeli
belum siap membeli barang tersebut.
4.
Side agreements, adalah syarat dan perjanjian
penjualan yang
dibuat diluar dari
ketentuan yang biasanya, hal ini menjadi
kecurangan, ketika perjanjian tersebutmerusak syarat dan
ketentuan atas kontrak yang berjalan sehingga melanggar
kriteria
pengakuan pendapatan.
5.
Consignment sales, transaksi dimana salah satu perusahaan
menahan dan menjual barang yang dimiliki oleh perusahaan lain.
6.
Channel stuffing, suatu praktik dimana pemasok membujuk
konsumen untuk
membeli ekstra peersediaan dan tidak
melakukan pengungkapan.
|